“Berapa kira-kira biaya bangun untuk rumah saya

yang berukuran 137,5 m2 ini ya master ?”.

 

Begitulah kira-kira pertannyaan banyak orang ketika masuk kedalam sebuah grup desain arsitektur, atau kontraktor. Dan akan banyak pula yang menjawab : 500juta terima kunci. 615juta. 485juta. bahkan ada juga yang menjawab 225juta juga selesai mba. atau… yang membuat penanya ketar ketir adalah yang menjawab singkat : 1M saja mba !!!.

Berhitung

Kira-kira apakah jawaban diatas benar?. Bisa benar, bisa salah, bisa juga Ngawur !!.  Tetapi mereka yang menjawab tidak salah juga karena mungkin mereka punya cara perhitungan sendiri sehingga akhirnya keluar nilai sekian ratus juta. Maka dengan kondisi seperti itulah kita tidak bisa berpatokan kepada hitungan-hitungan yang kira-kira tersebut. Karena dengan luas rumah 137,5m2 itu bisa bermacam bentuk layout yang terbentuk dalam sebuah rumah.

Contoh sebuah rumah seluas 70m2 terdiri dari 1 kamar mandi, 3 kamar tidur. akan berbeda nilai biaya bangunnya dengan rumah seluas 70m2 yang terdiri dari 2 kamar mandi, 2 kamar tidur. Atau contoh lain. rumah yang luasnya 100m2 memiliki dapur kotor dan bersih, akan berbeda nilainya dengan rumah yang luasnya 100m2 yang hanya memiliki dapur kotor saja. Benar apa benar?.

Lalu bagaimana dengan master-master yang memberikan informasi per m2?. Mulai dari 2,5jt sd 5jt per m2, misalkan. (lihat catatan saya di web site dengan judul “memperkirakan biaya bangun”).  Apakah salah?, tidak juga, tetapi perhitungan itu bukan hitungan pasti, tetapi perhitungan kira-kira/sekitaran biaya. Contoh : rumah seluas 45m2 yang lantainya menggunakan granit akan berbeda dengan rumah seluas  45m2 dengan menggunakan keramik saja, apalagi keramik KW2. Benar?. Jadi hitungan per m2 pun hanya harga kisaran sebagai gambaran kepada anda berapa biaya yang harus anda siapkan ketika anda akan membuat rumah seluas “sekian” m2.

Setiap perhitungan dalam menghitung biaya bangun akan bergantung kepada, harga bahan dan harga tukang yang digunakan, tergantung juga pada daerah dimana rumah itu dibangun. Contoh : tukang di daerah A nilainya 150rb per hari. tapi didaerah M nilanya Rp. 90rb per hari. Harga pasir di daerah A harganya Rp. 2,1jt per truk. tapi didaerah M bisa Rp. 1,7jt per truk. Atau sebaliknya harga semen didaerah A Rp. 65rb tapi didaerah M Rp. 75ribu. Betul apa iya?

 

Mudah-mudahan sampai disini dulu bisa anda fahami.

Rulli Rosalli Arsitek

WA. 0878 2461 5376

IG : rulli_rosalli_arsitek

 

Bersambung

Leave a reply "Kenapa Harus ada RAB #1"

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*